Andik Irawan, S.Pd.I – Anggota Da’i Kamtibmas Porles Gresik
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bapak-Ibu, para tokoh masyarakat, serta hadirin yang dirahmati Allah.
Dalam hidup ini, kita sering menyaksikan dua tipe pribadi:
Pertama, pribadi yang siap hidup sederhana, namun juga siap hidup kaya raya tanpa kehilangan kerendahan hatinya.
Kedua, pribadi yang takut hidup miskin, sangat terobsesi kekayaan, dan merasa harga dirinya hanya ditentukan oleh harta.
Pribadi yang siap sederhana dan siap kaya adalah pribadi yang matang.
Ia tahu bahwa hidup itu berputar. Jika rezeki sempit, ia bersabar. Jika rezeki luas, ia bersyukur. Orang seperti ini tidak gampang tersulut emosi, tidak iri, tidak sombong, dan tidak sulit menerima kenyataan hidup. Ia punya mental tenang yang menjadi modal besar untuk ketertiban masyarakat.
Sebaliknya, pribadi yang terobsesi kekayaan dan takut miskin adalah pribadi yang rapuh.
Ketika miskin, ia tidak menerima takdir. Ia gelisah, mudah iri, mudah marah, bahkan mudah tergoda melakukan pelanggaran demi mengejar harta.
Ketika kaya, ia mudah meremehkan orang lain, menganggap dirinya paling mulia, dan memandang rendah tetangganya yang tidak mampu. Dari sinilah muncul bibit-bibit kesombongan, provokasi, dan konflik sosial.
Keterkaitan dengan Kamtibmas
Hadirin sekalian, perilaku pribadi sangat mempengaruhi keamanan lingkungan.
- Orang yang siap miskin, siap kaya, adalah pribadi stabil secara emosi.
Orang yang stabil inilah yang paling kecil potensi melakukan tindakan-tindakan yang meresahkan warga: tidak mudah terprovokasi, tidak melakukan fitnah, tidak mengambil hak orang lain, dan tidak menjadi sumber kegaduhan. - Pribadi yang terlalu takut miskin cenderung mengambil jalan pintas.
Obsesi pada kekayaan dapat mendorong orang menjadi pelaku tindakan kriminal: pencurian, penipuan, riba, suap, dan berbagai bentuk pelanggaran hukum lainnya.
Ketika ada seseorang yang berpikir “yang penting kaya, bagaimana caranya terserah,” maka lingkungan itu secara otomatis masuk zona rawan Kamtibmas. - Kesombongan orang kaya menjadi pemicu kecemburuan sosial.
Jika seseorang ketika sudah mampu lalu menghina warga miskin, memamerkan harta secara tidak bijak, atau melecehkan mereka yang kurang mampu, maka potensi gangguan keamanan meningkat: mulai dari iri, permusuhan, hingga konflik keluarga dan antar tetangga. - Kamtibmas yang kuat lahir dari masyarakat yang ikhlas dan rendah hati.
Orang-orang yang siap menerima keadaan, tidak minder ketika sederhana, dan tidak sombong ketika kaya akan menciptakan suasana harmonis.
Lingkungan seperti ini minim pertengkaran, minim fitnah, minim kecemburuan sosial, dan tidak mudah dipecah belah.
Penutup
Hadirin sekalian, menjaga Kamtibmas tidak selalu dengan patroli, pos ronda, atau aturan-aturan formal.
Kamtibmas juga lahir dari kepribadian yang sehat: tidak obsesi pada harta, tidak takut miskin, dan tidak sombong ketika kaya.
Mari kita tanamkan dalam diri: “Jika Allah memberi sedikit, aku bersyukur. Jika Allah memberi banyak, aku tetap rendah hati.”
Dengan pribadi seperti ini, insyaAllah lingkungan kita menjadi tenang, aman, harmonis, dan diberkahi Allah SWT.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.